IDI Ingatkan Skenario Jika Herd Immunity tak Tercapai, Vaksin Covid-19

idi

JAKARTA – med11tadalafil.com – Indonesia (IDI) dokter mengutip hasil penelitian di Australia yang menyebutkan porsi penduduk yang harus divaksinasi untuk mencapai kekebalan banyak bila menggunakan vaksin VACID-19 dengan berbagai tingkat efisiensi. Untuk efisiensi 95 persen, misalnya, cukup 66 persen yang disuntikkan oleh vaksin.

Bagian dari populasi yang harus disuntikkan meningkat jika efektivitas vaksin yang digunakan lebih rendah. Jika efisiensi adalah 80 persen, setidaknya 75 persen dari populasi harus viscated. 70 persen efisiensi membutuhkan 86 persen dari populasi harus viscated. Sampai jika efisiensi vaksin ini hanya 50 persen, itu tidak akan cukup untuk mencapai kekebalan kelompok.

“Efektivitas vaksin synovac yang telah disuntikkan ke publik atas 01-April 2021 sebesar 70 persen, yang berarti 86 persen dari populasi harus divaksinasi,” kata PB-IDI wakil presiden umum. Slamet Budiarto dalam agenda kerja pertemuan dengan DPR dari Indonesia Komisi IX Rabu, Agustus 25, 2021, di bawah ini.

Itu berarti, Slamet meminta Pemerintah untuk meninjau secara menyeluruh tujuan 208 juta tujuan vaksinasi dari total penduduk Indonesia sekarang 280 juta, atau tidak sampai 80 persen. Selain itu, dengan kecepatan kedua dosis vaksinasi yang saat ini sedang dijalankan, mereka masih membutuhkan tujuh hingga delapan bulan untuk mencapai kekebalan kerumunan.

Pada saat itu, peserta vaksinasi pada bulan Januari, Februari, Maret dan April 2021 diperlukan untuk mendapatkan suntikan dosis penguatan, karena antibod telah jatuh ke tanah. Berdasarkan analisis PB-IDI, penerima vaksin Sinovac dalam waktu enam sampai 12 bulan telah dibuat oleh penguatan. “Jadi ini harus diantisipasi jika kecepatan vaksinasi tidak tercapai,” katanya.

Slamet menjelaskan, kelompok kekebalan dapat dicapai melalui dua hal, yaitu, melalui infeksi alami dengan banyak risiko kematian atau dengan cara Vaksinasi Covid-19. Untuk alasan ini, Slamet mengatakan, analisis mendalam diperlukan untuk menentukan jumlah vaksinasi di Indonesia.

“Apa yang bisa menjadi rencana kedua jika hingga 208 juta tidak ada kekebalan kelompok. Itu berarti mengembang, yaitu, ketersediaan vaksin juga harus diperbanyak,” katanya.

Di sisi lain, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, kata Kementerian Kesehatan diarahkan lebih dari 18 juta orang vaksinasi hingga akhir bulan ini. “Artinya, kita bisa mencapai 50 juta detik hanya tujuh minggu dari 50 juta dari vaksinasi pertama,” kata Nadia di PPKM secara online siaran pers, Rabu.

Akselerasi, Nadia mengatakan, untuk mengurangi angka kematian nasional. Dia menjelaskan, sejak pertama Vaksinasi Covid-19 dilakukan, masyarakat Indonesia yang telah divaksinasi telah mencapai 50 juta orang per Juli atau 26 minggu.

“Lebih dari 57.780.000 orang Indonesia telah divaksinasi Dua kali. Dan sekali, kami telah menyuntikkan 91.100.000 dosis vaksin Covid-19 24 Agustus,” katanya.

This entry was posted in Covid, Covid-19, Kesehatan, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *